Pembelaan Viktor Gyokeres Usai Tampil Jelek di Laga

pembelaan-viktor-gyokeres-usai-tampil-jelek-di-laga

Pembelaan Viktor Gyokeres Usai Tampil Jelek di Laga. Musim Premier League 2025/26 baru saja dimulai, namun sorotan tajam sudah tertuju pada Viktor Gyokeres, penyerang anyar Arsenal, usai debutnya yang kurang memuaskan melawan Manchester United pada 17 Agustus 2025. Meski Arsenal meraih kemenangan tipis 1-0 di Old Trafford, performa Gyokeres yang minim kontribusi memicu kritik dari berbagai pihak, termasuk media Portugal dan beberapa pengamat. Namun, striker asal Swedia ini tak tinggal diam. Ia memberikan pembelaan atas penampilannya, menunjukkan optimisme untuk bangkit. Artikel ini akan mengupas siapa Gyokeres, alasan di balik performa buruknya, dan bagaimana ia menanggapi kritikan tersebut. BERITA LAINNYA

Siapa Itu Viktor Gyokeres

Viktor Gyokeres, lahir di Stockholm, Swedia, pada 4 Juni 1998, adalah penyerang berusia 27 tahun yang menjadi salah satu transfer terbesar Arsenal di musim panas 2025. Direkrut dari Sporting CP dengan biaya sekitar 64 juta pound, Gyokeres dikenal sebagai predator haus gol. Sebelumnya, ia mencetak 97 gol dan 28 assist dalam 102 penampilan bersama Sporting selama dua musim, membantu klub memenangkan gelar Primeira Liga. Karirnya dimulai di IF Brommapojkarna, lalu bersinar di Coventry City sebelum pindah ke Portugal pada 2023. Di level internasional, ia menjadi andalan timnas Swedia dengan catatan gol yang solid. Gyokeres dikenal karena fisik kuat, kecepatan, dan kemampuan mencetak gol dari berbagai situasi, membuatnya dianggap sebagai solusi untuk masalah ketajaman Arsenal di lini depan.

Kenapa Dia Bisa Tampil Jelek

Debut Gyokeres di Premier League melawan Manchester United pada 17 Agustus 2025 menjadi sorotan karena ia gagal mencatatkan satu pun tembakan selama 60 menit bermain. Dalam laga yang dimenangkan Arsenal 1-0 berkat gol Riccardo Calafiori, Gyokeres hanya mencatat 21 sentuhan bola dan menyelesaikan empat dari sembilan percobaan umpan. Beberapa faktor berkontribusi pada penampilan buruknya. Pertama, adaptasi dengan intensitas Premier League menjadi tantangan besar. Setelah dua musim di Portugal, Gyokeres menghadapi ritme yang lebih cepat dan tekanan fisik yang lebih tinggi, terutama melawan duet bek tangguh United, Matthijs de Ligt dan Lisandro Martinez.

Kedua, Arsenal kesulitan memberikan suplai bola yang tepat kepadanya. Dengan penguasaan bola hanya 39 persen dan sembilan tembakan sepanjang laga, The Gunners lebih banyak bertahan ketimbang menyerang. Gyokeres sering terisolasi di lini depan, dengan umpan-umpan terakhir yang kurang akurat. Selain itu, ia baru menjalani beberapa sesi latihan bersama tim karena bergabung terlambat setelah libur panjang pasca-Euro 2024. Momen krusial seperti umpan silang buruk di menit ke-52 menunjukkan kurangnya ritme permainan, yang diperparah oleh sorakan sarkastik fans United, mengingat Gyokeres sempat menolak tawaran mereka demi Arsenal.

Apa Pembelaan Viktor Gyokeres

Menghadapi gelombang kritik, Gyokeres tak mau larut dalam kekecewaan. Beberapa jam setelah laga, ia mengunggah pesan optimistis di media sosial, menyatakan kebanggaannya bisa menjalani debut di Premier League bersama Arsenal dan merayakan kemenangan tim. “Momen spesial untuk memulai musim dengan tiga poin di Old Trafford. Ini baru awal, dan saya akan terus bekerja keras untuk memberikan yang terbaik,” tulisnya. Pernyataan ini menunjukkan mentalitas kuatnya, menolak membiarkan satu penampilan buruk mendefinisikan musimnya.

Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, juga turut membela sang striker, menyoroti kontribusinya dalam pressing tinggi dan ritme permainan di babak pertama. Arteta menegaskan bahwa minimnya peluang bukan sepenuhnya kesalahan Gyokeres, melainkan karena tim gagal mengalirkan bola dengan baik. Legenda Arsenal, Freddie Ljungberg, bahkan memprediksi Gyokeres bisa mencetak hingga 20 gol musim ini jika diberi waktu untuk beradaptasi. Gyokeres sendiri menegaskan bahwa ia sedang menyesuaikan diri dengan sistem Arteta, yang menuntut intensitas tinggi dan kerja sama tim yang lebih kompleks dibandingkan gaya bermain di Sporting. Ia juga menyinggung reuni dengan mantan pelatihnya, Ruben Amorim, yang kini melatih United, sebagai pengingat bahwa tantangan di Premier League memang berbeda.

Kesimpulan: Pembelaan Viktor Gyokeres Usai Tampil Jelek di Laga

Viktor Gyokeres mungkin memulai petualangannya di Arsenal dengan langkah yang goyah, tetapi pembelaannya menunjukkan mentalitas seorang juara yang tak mudah menyerah. Penampilan buruknya melawan Manchester United lebih disebabkan oleh adaptasi awal dan kurangnya suplai bola ketimbang kurangnya kualitas. Dengan dukungan dari Arteta dan keyakinan dari legenda seperti Ljungberg, Gyokeres memiliki semua modal untuk bangkit. Rekor gemilangnya di Sporting dan ketajamannya di level internasional menjadi bukti bahwa ia bukan pemain sembarangan. Di musim 2025/26, laga-laga mendatang, seperti melawan Leeds United di Emirates, akan menjadi kesempatan baginya untuk membuktikan bahwa debut yang mengecewakan hanyalah batu loncatan menuju kesuksesan di Premier League. Arsenal dan para penggemarnya kini menanti ledakan gol dari sang predator Swedia.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Post Comment