Kobbie Mainoo Tidak Memiliki Masa Depan yang Jelas di MU

Kobbie Mainoo Tidak Memiliki Masa Depan yang Jelas di MU

Kobbie Mainoo Tidak Memiliki Masa Depan yang Jelas di MU. Kobbie Mainoo, gelandang muda berbakat Manchester United, sedang menjadi sorotan karena ketidakpastian masa depannya di Old Trafford. Setelah menjadi bintang muda yang bersinar di musim 2023/2024, Mainoo kini menghadapi tantangan besar di bawah asuhan pelatih Ruben Amorim. Dengan hanya bermain sebagai starter dalam laga Piala Carabao melawan Grimsby Town dan belum sekalipun tampil di dua laga awal Premier League 2025/2026, spekulasi tentang kepergiannya semakin menguat. Pemain berusia 20 tahun ini bahkan dikabarkan sempat meminta untuk dipinjamkan demi mendapat menit bermain, tetapi United menolaknya. Artikel ini akan mengulas siapa Kobbie Mainoo, alasan di balik ketidakpastian masa depannya, dan mengapa United enggan melepasnya meski ia kesulitan menembus tim utama. MAKNA LAGU

Siapa Itu Kobbie Mainoo

Kobbie Mainoo adalah gelandang asal Inggris keturunan Ghana yang lahir pada 19 April 2005 di Stockport, Greater Manchester. Produk akademi Manchester United, ia mulai menarik perhatian sejak memenangkan penghargaan Jimmy Murphy Young Player of the Year pada 2023. Mainoo melakukan debut seniornya pada Januari 2023 dalam kemenangan 3-0 atas Charlton Athletic di Piala EFL. Musim 2023/2024 menjadi titik baliknya, dengan 32 penampilan di semua kompetisi, termasuk gol kemenangan di final Piala FA melawan Manchester City. Ia juga mencetak gol dramatis di injury time melawan Wolverhampton Wanderers dan tampil mengesankan dalam hasil imbang 2-2 melawan Liverpool. Keberhasilannya di level klub membawanya ke timnas Inggris, di mana ia tampil sebagai starter di final Euro 2024 melawan Spanyol. Dengan kemampuan dribel, ketenangan dalam penguasaan bola, dan visi permainan yang mengingatkan pada Clarence Seedorf, Mainoo sempat dijuluki “Zidane baru” oleh Paul Scholes.

Mengapa Dia Memiliki Masa Depan Yang Tidak Jelas di Man United

Masa depan Kobbie Mainoo di Manchester United menjadi tanda tanya besar sejak kedatangan Ruben Amorim sebagai pelatih pada November 2024. Amorim menerapkan formasi 3-4-2-1 yang menuntut ritme tinggi dan mobilitas dari gelandang tengah, sesuatu yang dianggap kurang sesuai dengan gaya bermain Mainoo. Meski memiliki teknik dan ketenangan yang luar biasa, Amorim menilai Mainoo perlu meningkatkan “kecepatan dan ritme” permainannya. Akibatnya, Mainoo kalah bersaing dengan Bruno Fernandes, Manuel Ugarte, dan Casemiro untuk posisi gelandang tengah. Ia bahkan hanya bermain satu menit di final Liga Europa melawan Tottenham musim lalu dan menjadi pemain pengganti yang tidak digunakan di dua laga pembuka Premier League musim ini melawan Arsenal dan Fulham. Ketidakpuasan Mainoo terlihat jelas usai laga melawan Fulham, di mana ia terlihat lesu dan termenung di pinggir lapangan. Cedera otot yang sempat membuatnya absen selama dua bulan pada 2024 juga memengaruhi perkembangannya, terutama setelah ia menambah massa otot yang justru memicu pertanyaan tentang kelincahannya. Dengan kontraknya yang berakhir pada 2027 (dengan opsi perpanjangan satu tahun), United belum mencapai kata sepakat untuk kontrak baru, terutama karena Mainoo menginginkan gaji yang lebih tinggi dari tawaran klub.

Apa Alasan Dari Kobbie Mainoo Yang Tidak Jadi Dipinjamkan Oleh Man United

Meskipun Mainoo menyatakan keinginannya untuk dipinjamkan sebelum bursa transfer ditutup pada 1 September 2025, Manchester United menolak permintaan tersebut. Ada beberapa alasan di balik keputusan ini. Pertama, United masih menganggap Mainoo sebagai bagian penting dari masa depan klub, terutama karena statusnya sebagai lulusan akademi yang mewakili tradisi klub sejak 1937. Kedua, kendati Amorim tidak memasukkan Mainoo dalam starting XI di laga-laga awal, pelatih asal Portugal itu menegaskan bahwa ia “membutuhkan Kobbie” dan ingin pemain muda ini terus berjuang untuk tempatnya. Ketiga, situasi keuangan United yang ketat membuat mereka enggan melepas pemain berpotensi besar seperti Mainoo, terutama karena penjualannya akan memberikan keuntungan akuntansi murni. Meski ada ketertarikan dari klub seperti Bayern Munich, Napoli, dan Bayer Leverkusen (di bawah Erik ten Hag), United yakin nilai transfer Mainoo sebesar 50 juta euro tidak akan terpenuhi oleh klub lain sebelum bursa ditutup. United juga mempertimbangkan jadwal padat musim ini, meski tanpa kompetisi Eropa, yang membuat Mainoo tetap menjadi opsi rotasi yang berharga.

Kesimpulan: Kobbie Mainoo Tidak Memiliki Masa Depan yang Jelas di MU

Kobbie Mainoo, yang pernah dianggap sebagai masa depan Manchester United, kini berada di persimpangan karier yang krusial. Bakatnya yang luar biasa, ditunjukkan melalui gol-gol penting dan penampilan di Euro 2024, kontras dengan situasinya saat ini di bawah Ruben Amorim. Formasi dan tuntutan taktis Amorim membuat Mainoo kesulitan menembus tim utama, ditambah dengan kegagalan perpanjangan kontrak yang memperburuk ketidakpastian. Meski ia sempat meminta untuk dipinjamkan, United memilih mempertahankannya, melihatnya sebagai aset jangka panjang. Dengan bursa transfer yang tinggal menghitung hari, nasib Mainoo kemungkinan akan tetap di Old Trafford, tetapi ia harus bekerja keras untuk membuktikan diri di tengah persaingan ketat. Bagi penggemar United, kehilangan Mainoo akan terasa seperti kehilangan simbol tradisi akademi klub, tetapi tanpa menit bermain yang cukup, potensinya mungkin tidak akan berkembang maksimal di Manchester.

 

BACA SELENGKAPNYA DI…

Post Comment