Atletico Madrid Bertahan Kokoh di Camp Nou

Atletico Madrid Bertahan Kokoh di Camp Nou

Atletico Madrid Bertahan Kokoh di Camp Nou. Atletico Madrid berhasil membawa hasil positif dari leg pertama semi final Copa del Rey 2025/2026 dengan bermain imbang 1-1 melawan Barcelona di Estadi Olímpic Lluís Companys, Kamis malam (19 Februari 2026). Meski bermain di kandang lawan yang dikenal sangat kuat musim ini, tim asuhan Diego Simeone tampil sangat disiplin dan kokoh bertahan selama 90 menit penuh. Gol cepat dari Julián Álvarez di menit ke-18 sempat membuat Atletico unggul, tapi Barcelona menyamakan kedudukan lewat Robert Lewandowski di menit ke-62. Hasil imbang ini membuat Atletico punya keuntungan kecil menuju leg kedua di Wanda Metropolitano, di mana mereka hanya butuh hasil imbang tanpa gol atau kemenangan tipis untuk lolos ke final. BERITA TERKINI

Strategi Bertahan Simeone: Atletico Madrid Bertahan Kokoh di Camp Nou

Diego Simeone kembali menerapkan formula andalannya: formasi 5-3-2 yang rapat dan fokus pada transisi cepat. Lini belakang Atletico—dengan César Azpilicueta, Robin Le Normand, dan José María Giménez sebagai tiga bek tengah—berhasil membatasi ruang gerak Lewandowski dan Lamine Yamal di sebagian besar laga. Pedri dan Gavi kesulitan menemukan celah di lini tengah karena pressing tinggi dari Koke dan Rodrigo de Paul yang tak kenal lelah.
Meski Barcelona mendominasi penguasaan bola (58% vs 42%), Atletico lebih efisien dalam memanfaatkan peluang. Gol pembuka datang dari serangan balik cepat setelah merebut bola di tengah lapangan: De Paul mengirim umpan terobosan untuk Álvarez yang menaklukkan Marc-André ter Stegen dengan tembakan keras kaki kiri. Di babak kedua, Barcelona menyamakan kedudukan lewat sundulan Lewandowski dari umpan silang Raphinha. Namun Atletico tetap bertahan rapat hingga peluit akhir, bahkan sempat mengancam lewat counter dari Griezmann di injury time.

Performa Pemain Kunci: Atletico Madrid Bertahan Kokoh di Camp Nou

Antoine Griezmann dan Julián Álvarez menjadi motor serangan Atletico dengan kombinasi pergerakan cerdas dan finishing tajam. Griezmann mencatat 1 assist dan 4 key pass, sementara Álvarez mencetak gol tunggal timnya. Di lini tengah, Koke tampil sebagai jangkar dengan 5 tekel dan 3 intersep, sementara lini belakang Atletico hanya kebobolan satu kali dari 14 tembakan Barcelona (5 on target).
Dari kubu Barcelona, Lewandowski tetap jadi ancaman utama dengan golnya yang ke-24 musim ini di semua kompetisi, tapi timnya gagal memanfaatkan dominasi penguasaan bola. Hansi Flick mengakui setelah laga bahwa Atletico bermain sangat disiplin dan sulit ditembus. “Mereka bertahan seperti biasa—sangat rapat dan sabar. Kami punya peluang, tapi tidak cukup klinis,” katanya.

Kesimpulan

Hasil imbang 1-1 di leg pertama semi final Copa del Rey membuat Atletico Madrid berada di posisi menguntungkan menuju leg kedua di Wanda Metropolitano. Pertahanan kokoh ala Diego Simeone sekali lagi terbukti efektif melawan tim sekelas Barcelona, terutama di laga tandang. Gol tandang dari Julián Álvarez menjadi modal berharga, karena satu gol di Madrid bisa memaksa Barcelona mengejar lebih agresif. Bagi Barcelona, hasil ini mengecewakan karena mereka gagal memanfaatkan keunggulan kandang, tapi masih punya peluang besar di leg kedua dengan dukungan penuh fans. Semi final ini masih sangat terbuka—dan Atletico menunjukkan bahwa mereka tetap tim yang sulit dikalahkan di laga knockout. Duel leg kedua di Wanda Metropolitano dua minggu lagi dijamin bakal lebih panas lagi.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Post Comment