Deadline Day: Yahya Idrissi ke AC Milan dari Chelsea
Deadline Day: Yahya Idrissi ke AC Milan dari Chelsea. Hari terakhir jendela transfer Januari 2026 ditutup dengan satu kesepakatan menarik dari ranah akademi: Yahya Idrissi resmi pindah dari Chelsea ke AC Milan secara permanen. Pemain berusia 18 tahun ini, yang lahir 26 November 2007, bergabung dengan proyek Milan Futuro—program pengembangan talenta muda Rossoneri. Transfer ini diumumkan langsung oleh kedua klub pada 2 Februari 2026, tepat di deadline day. Idrissi, yang punya darah Maroko dan Inggris, meninggalkan Cobham setelah tujuh tahun berkembang di akademi Blues. Langkah ini menunjukkan strategi Milan untuk memperkuat masa depan sambil tetap fokus pada tim utama. REVIEW FILM
Perjalanan Karier Idrissi di Chelsea: Deadline Day: Yahya Idrissi ke AC Milan dari Chelsea
Yahya Idrissi bergabung dengan akademi Chelsea dari West Ham United saat berusia 11 tahun. Dia berkembang melalui berbagai tingkatan usia di Cobham dan menjadi bagian penting dari tim U-17 yang memenangkan Premier League Cup musim 2023/24. Debutnya bersama tim U-18 terjadi di musim yang sama, di mana dia mencetak satu gol dalam empat penampilan. Pada musim 2024/25, Idrissi masih rutin bermain untuk tim U-18 dan menandatangani kontrak profesional pertamanya dengan Chelsea. Posisi utamanya adalah gelandang serang, tapi dia juga fleksibel sebagai winger kiri atau second striker. Meski menjanjikan, menit bermainnya di musim 2025/26 terbatas—hanya tampil sekali di awal musim untuk tim U-18. Kepindahan ini memberinya kesempatan baru untuk berkembang di lingkungan berbeda.
Idrissi juga sudah mewakili Maroko di level timnas muda, menambah nilai sebagai talenta internasional. Chelsea sendiri mengucapkan terima kasih atas dedikasinya selama di akademi dan mendoakan kesuksesan di babak baru kariernya.
Milan Futuro: Langkah Strategis Rossoneri: Deadline Day: Yahya Idrissi ke AC Milan dari Chelsea
AC Milan mengumumkan kedatangan Idrissi sebagai bagian dari Milan Futuro Project, program khusus untuk mengasah pemain muda menuju tim senior. Pemain kelahiran Watford ini akan bergabung dengan tim U-23 Milan yang berkompetisi di Serie D Girone B di bawah asuhan pelatih Massimo Oddo. Kontraknya dengan Rossoneri berlaku hingga 30 Juni 2030, menandakan komitmen jangka panjang. Milan melihat potensi teknis, visi permainan, dan fleksibilitas posisi Idrissi sebagai aset berharga untuk masa depan. Langkah ini sejalan dengan filosofi klub yang ingin menyeimbangkan investasi talenta muda dengan ambisi kompetitif di Serie A dan Eropa. Transfer ini juga menjadi salah satu kesepakatan pertama yang resmi diumumkan Milan di deadline day Januari 2026.
Bagi Idrissi, pindah ke Italia berarti tantangan baru: beradaptasi dengan gaya sepak bola Serie D yang lebih fisik, sambil membangun fondasi menuju tim utama Milan. Banyak talenta muda yang melalui jalur serupa akhirnya berhasil menembus skuat senior Rossoneri.
Dampak Transfer bagi Kedua Klub
Bagi Chelsea, kepergian Idrissi adalah bagian dari manajemen skuad akademi yang sedang berlangsung. Klub London ini memang dikenal sering melepas talenta muda demi ruang dan kesempatan bermain di tempat lain—contoh serupa pernah terjadi dengan beberapa pemain sebelumnya. Meski Idrissi belum menembus tim senior, kepergiannya menunjukkan Chelsea tetap membuka pintu bagi pemain yang mencari jalur perkembangan lebih cepat. Di sisi lain, Milan mendapatkan tambahan kualitas tanpa mengeluarkan biaya besar, sekaligus memperkaya kedalaman skuad masa depan mereka. Transfer ini juga menambah daftar pemain berpaspor Maroko di Serie A, mengikuti jejak beberapa talenta Afrika lainnya yang sukses di Italia.
Secara keseluruhan, kesepakatan ini tergolong low-profile tapi strategis—fokus pada pembinaan jangka panjang ketimbang dampak instan.
Kesimpulan
Transfer Yahya Idrissi ke AC Milan di deadline day Januari 2026 menjadi salah satu cerita menarik di balik hiruk-pikuk jendela transfer. Dari akademi Chelsea yang prestisius menuju proyek Milan Futuro, langkah ini memberi pemain 18 tahun itu panggung baru untuk membuktikan diri. Chelsea kehilangan satu talenta potensial, tapi membuka peluang bagi yang lain. Sementara Milan terus membangun fondasi kuat untuk masa depan. Karier Idrissi masih panjang, dan jika berkembang baik di Italia, namanya bisa segera terdengar di level yang lebih tinggi. Deadline day kali ini mengingatkan kita: tidak semua transfer harus melibatkan nama besar—kadang talenta muda justru jadi investasi paling berharga.



Post Comment